Hujan deras yang mengguyur wilayah pesisir Suriah dalam beberapa hari terakhir memicu situasi darurat di Provinsi Latakia. Otoritas setempat memperingatkan terbentuknya gelombang banjir besar akibat akumulasi aliran air di kawasan hulu Sungai Al-Kabir Al-Shamali.
Direktur Sumber Daya Air Provinsi Latakia, Mahmoud Al-Qaddar, menyatakan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan berkumpulnya sejumlah anak sungai sebelum mencapai Danau Bendungan Mashqita. Kondisi ini memicu terbentuknya gelombang banjir dengan intensitas yang tidak biasa.
Menurut Al-Qaddar, debit gelombang banjir tersebut melampaui 450 meter kubik per detik. Angka ini dinilai sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai.
Sungai Al-Kabir Al-Shamali merupakan salah satu sungai utama di wilayah pesisir Suriah. Alirannya melewati sejumlah desa dan lahan pertanian yang selama ini bergantung pada air sungai tersebut untuk kebutuhan irigasi.
Namun dalam kondisi ekstrem seperti saat ini, sungai yang menjadi sumber kehidupan itu berubah menjadi ancaman nyata. Luapan air berisiko merendam rumah warga, merusak lahan pertanian, serta memutus akses jalan di daerah pedesaan.
Pemerintah daerah Latakia pun segera mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat. Warga desa-desa yang berada di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauh dari bantaran sungai.
Al-Qaddar secara tegas mengimbau warga agar tidak mendekati aliran sungai, terutama pada jam-jam ketika debit air meningkat. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat arus deras yang sulit diprediksi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan setiap kondisi darurat atau kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang. Koordinasi cepat dianggap krusial untuk menjaga keselamatan umum.
Tim teknis dari dinas sumber daya air disebut telah disiagakan untuk memantau kondisi bendungan dan aliran sungai. Pemantauan dilakukan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Bendungan Mashqita sendiri memiliki peran penting dalam pengendalian air di wilayah Latakia. Namun ketika volume air yang masuk melebihi kapasitas normal, risiko limpasan tetap menjadi perhatian utama.
Dalam beberapa tahun terakhir, Suriah menghadapi anomali cuaca yang semakin sering terjadi. Periode kekeringan panjang kerap diselingi hujan lebat dalam waktu singkat, menciptakan tekanan besar pada sistem pengelolaan air.
Kondisi geografis wilayah pesisir yang berbukit juga mempercepat aliran air menuju sungai-sungai utama. Hal ini memperbesar kemungkinan terbentuknya gelombang banjir dalam waktu singkat.
Sejumlah warga di desa sekitar sungai mengaku mulai bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Barang-barang penting dipindahkan ke tempat lebih tinggi, sementara aktivitas di sekitar sungai dihentikan sementara.
Meski belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan besar, otoritas setempat menegaskan bahwa situasi masih sangat dinamis. Perubahan cuaca mendadak dapat memperburuk kondisi dalam hitungan jam.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan lembaga pertahanan sipil untuk kesiapsiagaan evakuasi jika diperlukan. Fokus utama saat ini adalah pencegahan dan keselamatan warga.
Bagi petani, hujan lebat ini menghadirkan dilema. Di satu sisi, air sangat dibutuhkan setelah periode kering panjang. Di sisi lain, banjir dapat menghancurkan tanaman yang sedang memasuki masa tumbuh.
Peringatan yang dikeluarkan dinas sumber daya air menjadi pengingat bahwa berkah hujan juga menyimpan potensi bencana. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko.
Para ahli menilai penguatan sistem peringatan dini dan pengelolaan daerah aliran sungai perlu menjadi prioritas ke depan. Perubahan iklim menuntut adaptasi kebijakan yang lebih cepat dan responsif.
Untuk sementara, warga Latakia diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. Keselamatan manusia ditempatkan sebagai prioritas utama di tengah derasnya arus sungai.
Situasi di Sungai Al-Kabir Al-Shamali akan terus dipantau secara ketat. Otoritas berharap dengan kewaspadaan bersama, potensi dampak gelombang banjir ini dapat ditekan seminimal mungkin.



No comments:
Post a Comment